Pada tanggal 19 januari 2011, ada 2 buah Konferensi Pers yang menghebohkan, yaitu :

– Konferensi pers yang dilakukan oleh Gayus P. Tambunan setelah pembacaan putusan vonis untuk Gayus. dalam konferensi pers tersebut ada sebuah pernyataan yang mengejutkan masyarakat indonesia yaitu tentang peran satgas anti mafia hukum dalam kasus Gayus.

– Konferensi pers yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Hukum, konpers tersebut adalah konpers untuk membantah peryataan gayus dalam konpers setelah pembacaan putusan vonis untuk Gayus.

Di masyarakat sekarang timbul tanda tanya apakah yang dikatakan Gayus itu benar atau tidak, walaupun peryataan tersebut dibawah ke ranah hukum. tetap masyarakat akan bertanya – tanya ( sebab sebagian masyarakat hampir tidak percaya lagi dengan aparat hukum, dan percaya bahwa hukum bisa dibeli ).

Walaupun Satgas Anti Mafia Hukum telah membantah pernyataan yang di keluarkan oleh Gayus ( dengan disertai transkrip BBM, video diskusi antara Gayus dengan 2 orang anggota Satgas di salah satu restoran di Singapura, dll ). Tapi tetap saja banyak masyarakat akan bertanya – tanya, karena nama nya multimedia pasti bisa dimanipulasi ( contoh : sekarang ini, di dunia maya banyak beredar “ gambar – gambar Gayus hasil editing “ ). Selain itu, rekaman pertemuan antara Gayus dan Satgas Anti Mafia Hukum sebelum Gayus lari ke singapura belum di publikasikan ke publik .

Saat ini, di Komisi III (3) DPR RI, telah di bentuk Panja Anti Mafia Pajak dan Hukum.

dengan mempertimbangkan beberapa hal di atas, sebaiknya Panja menggundang dan mempertemukan Gayus dan Satgas Anti Mafia Hukum serta meminta kesediaan Gayus dan Satgas untuk mau di Hipnotis “ dalam satu forum terbuka yang dapat di liput oleh media secara langsung“.

Kenapa harus Hipnotis ? sebab telah terbukti, orang yang di Hipnotis 100% akan berkata jujur. Sehingga di kalanggan masyarakat, tidak lagi timbul 1001 pertanyaan dan membuat masyarakat ragu atas kinerja aparat hukum. ( kan kasihan, aparat hukum yang sudah bekerja maksimal seperti BEA CUKAI ).

Oh ya, jangan karena kasus Gayus. Anda – anda jadi terhipnotis sehingga melupakan RUU Keistimewaan DIY, melupakan Kasus CENTURY, melupakan Kasus Penculikan Aktivis di tahun 1998 dan Kasus Trisakti, dll.

Salam keadilan, dari Ngayogyakarta Hadiningrat